Wednesday, October 25, 2017


MARGIN TRADING DALAM PASAR FOREX


Margin Trading/Perdagangan Margin adalah proses Trading aset dengan menggunakan dana pinjaman yang diberikan oleh perusahaan brokerage kepada Trader/pedagang untuk jumlah uang tertentu (margin). Margin Trading atau Trading dengan leverage memungkinkan untuk berdagang di pasar Forex tanpa modal dengan jumlah besar.

Leverage

Bergantung pada pasar yang Anda perdagangkan (saham atau mata uang), perusahaan brokerage mungkin menawarkan leverage dari 1:1 sampai 1:1000, dimana Trader mendapat pinjaman dengan jumlah yang sama yang dia miliki, atau jumlahnya 1000 kali melebihi modalnya sendiri. Di pasar Forex, ukuran leverage biasanya dari 1:100 sampai 1:500. Pemberian pinjaman oleh perusahaan dealing memungkinkan pelaksanaan operasi spekulatif di pasar dengan sejumlah besar uang. Jika Trader menghasilkan keuntungan besar dengan menggunakan kredit yang melebihi dana sendiri beberapa kali, keuntungannya adalah milik Trader, dan dalam kasus transaksi yang tidak berhasil, kerugiannya tidak boleh melebihi ukuran dana sendiri, dengan kata lain Trader tidak akan berhutang dengan perusahaan brokerage.

Kondisi Pinjaman Margin

  • Dana atau aset lainnya, yang dibiaya dalam akun perusahaan brokerage, dijadikan gadaian untuk perdagangan Margin;
  • Selama sesi Trading, kredit diberikan secara gratis. Sebuah biaya khusus (swap) dikenakan untuk mentransfer posisi keesokan harinya.

Ukuran Margin

Ukuran margin tergantung pada segmen pasar, likuiditas instrumen yang diperdagangkan dan perusahaan Brokerage. Dalam pasar valutas/mata uang, Margin biasanya tidak melebihi 2%, sedangkan di pasar saham bisa mencapai 50%.
Jika kerugian posisi terbuka Anda mendekati ukuran margin, Broker akan menawarkan untuk deposit sejumlah uang yang diperlukan (persyaratan untuk menyediakan dana tambahan disebut Margin Call atau “risk warning”), jika tidak posisi akan ditutup secara paksa (Stop out).

Sisi Positif dan Negatif Margin Trading

Sisi positif Margin Trading adalah kesempatan untuk menghasilkan keuntungan besar dengan modal awal yang kecil di akun Trading.
Sisi negatif dari Margin Trading adalah risiko yang besar - semakin besar leverage, semakin besar risiko kehilangan dana jika pasar bergerak “melawan anda”.
Tidak penting seberapa menarik leverage yang tinggi, jangan gunakan leverage maksimal. Perlu dicatat bahwa dalam kasus memindahkan posisi keesokan harinya, Anda harus membayar swap untuk keseluruhan volume posisi, oleh karena itu lebih baik untuk menutup semua posisi pada penghujung hari.

Thursday, October 19, 2017


Teori Dow


Apa itu “Teori Dow”

Teori Dow (juga dikenal sebagai Teori Dow Jones) adalah pendekatan Trading yang dikembangkan oleh Charles Dow.
Teori Dow adalah dasar analisis teknis pasar keuangan. Dasar Teori Dow adalah aksi harga pasar mencerminkan semua informasi yang ada dan pergerakan harga pasar terdiri dari tiga tren utama.
Teori Analisis teknis yang kita ketahui saat ini berasal dari ide yang diusulkan oleh Dow dan rekannya Edward Jones (Dow Jones & Company sejak 1882) pada akhir abad 19. Ide tersebut dipublikasikan di Journal Wall Street dan sekarang diasimilasi oleh sebagian besar ahli teknisi meskipun kebanyakan dari mereka tidak mengetahui sumbernya.
Teori Dow masih mendominasi analisis teknis yang jauh lebih canggih dan dilengkapi dengan kajian moden.

Prinsip Teori Dow

  1. Rata-Rata Mencakup Semuanya.
    Harga pasar mencerminkan setiap faktor yang diketahui yang mungkin mempengaruhi permintaan dan penawaran.
  2. Pasar Memiliki Tiga Tren.
    Menurut Dow, Uptrend/tren naik adalah puncak dan palung yang secara konsisten meningkat. dan Downtrend/tren menurun memiliki puncak dan palung menurun. 
    Dow percaya bahawa hukum tindakan dan reaksi bisa berlaku untuk pasar seperti yang terjadi pada alam fisik, yang berarti bahwa setiap gerakan signifikan diikuti oleh kemunduran tertentu.

    Dow memperhintungkan tren memiliki tiga bagian:
    1. Primary/Utama (seperti air pasang, mencapai daratan lebih jauh dan lebih jauh, sampai titik akhir tercapai).
    2. Secondary/Sekunder (Seperti ombak, dan mewakili koreksi dalam tren Utama, biasanya menapak antara sepertiga dan dua pertiga dari pergerakan tren sebelumnya dan paling sering sekitar setengah dari pergerakan sebelumnya)
    3. Minor (Ombak Kecil) (fluktuasi dalam tren sekunder).
  3. Tren Utama Memiliki Tiga Fase.
    Dow memperhatikan terutama pada tren Primary (Utama) di mana ia dibagi menjadi tiga fase:
    1. Fase Akumulasi – Investor cerdik memasuki pasar karena merasakan perubahan arah pasar saat ini.
    2. Fase Partisipasi Publik – Sebagian besar teknisi mulai bergabung karena harganya semakin cepat.
    3. Fase Distribusi – Arah baru sekarang sudah dikenali dan mendaki dengan baik; Berita ekonomi mengkonfirmasikan dan meningkat volume spekulatif dan partisipasi luas masyarakat.
  4. Rata-Rata Harus Mengkonfirmasi Satu Sama Lain.
    Dow biasa mengatakan bahwa, kecuali rata-rata Industri dan Rail melebihi puncak sebelumnya, tidak ada konfirmasi lahirnya atau kelanjutan pasar bull/beli. Sinyal tidak harus terjadi secara bersamaan, tapi yang lebih cepat mengikuti yang lain – semakin kuat konfirmasi.
  5. Volume Harus Konfirmasi Tren. 
    Volume meningkat atau berkurang sesuai dengan apakah harga bergerak ke arah tren atau sebaliknya. Dow berpendapat volume adalah indikator sekunder. Sinyal beli atau jual didasarkan pada harga penutupan.
  6. Tren Diasumsi Melangsung sampai Tanda Nyata Pembalikan.
    Pendekatan ahli teknis keseluruhan dalam analisis pasar didasarkan pada ide tren terus bergerak sampai ada kekuatan eksternal yang menyebabkannya mengubah arah - Sama seperti benda fisik lainnya. Dan tentu saja ada sinyal pembalikan yang harus dicari.
Dow Theory - Failure SwingKegagalan Ayunan.
Kegagalan puncak C untuk mengatasi A, diikuti oleh terobosan bawah di B, memberi sinyal "jual" di S.
Dow Theory - Nonfailure SwingAyunan Tidak Gagal.
Perhatikan bahwa C melebihi A sebelum D jatuh lebih rendah dari B. Beberapa ahli teori Dow akan melihat sinyal "jual" di S1, sementara yang lain perlu melihat ketinggian yang lebih rendah di E sebelum beralih ke bearish/jual di S2.
Dow hanya memperhitungkan harga penutupan. Rata-rata harus ditutup lebih tinggi dari puncak sebelumnya atau lebih rendah dari palung sebelumnya untuk menjadi signifikan. Penetrasi Intraday tidak dipertimbangkan.
Dow Theory - Failure Swing Bottom
Kegagalan Ayunan Bawah. 
Sinyal "beli" muncul saat titik B terlampaui (di Bl).
Dow Theory - Nonfailure Swing Bottom
Ayunan Tidak Gagal Bawah.
Sinyal "Beli" muncul di titik B1 atau B2.

Wednesday, October 11, 2017

Manajemen risiko adalah basis Trading


Manajemen risiko yang sesuai adalah prinsip utama untuk sukses trading di pasar Forex, namun banyak Pemula mengabaikannya dan menyebabkan kerugian seluruh modal. Pada dasarnya, karena tidak memperhintungkan manajemen risiko, pendatang baru coba untuk mengambil semua dari pasar sekaligus dan pada akhirnya 90% dari mereka meninggalkan semua dana mereka disana.
Manajemen risiko dalam trading memiliki satu prinsip, yaitu meminimalkan kemungkinan kerugian dan meningkatkan kemungkinan keuntungan. Manajemen risiko diimplementasikan melalui strategi Trading dan metode analisis pasar yang memungkinkan untuk menentukan kemungkinan suatu kejadian yang tidak menguntungkan, dan mengambil tindakan tepat pada waktunya untuk mencegah.

Metode manajemen risiko

Saat pengembangan dan pengujian strategi Trading, Anda harus membatasi risiko yang mungkin timbul, dengan menetapkan aturan pengelolaan modal.
  • Tentukan tingkat risiko yang dapat diterima
Sebagai aturan, seberapa menariknya transaksi, risiko maksimum tidak boleh melebihi 5-6% dari total saldo. Oleh karena itu, setiap transaksi tidak boleh melebihi 2% dari deposit Anda.
  • Pilih Leverage optimal
Perlu diingat bahwa Leverage seperti api, bisa bekerja untuk kebaikan dan melawan. Ukuran optimal Leverage sebaiknya tidak melebihi 1:100. Leverage 1:100 dianggap cukup berisiko, namun pada saat yang sama, memungkinkan kenaikan deposit yang signifikan. Ukuran ini juga sangat berisiko jika terjadi volatilitas tinggi untuk instrumen yang diperdagangkan.
  • Gunakan Stop loss dan Take Profit
Setiap transaksi harus dilindungi oleh Stop Loss dan Take Profit. Hal ini karena, berita atau kejadian tak terduga dapat membuka tren dalam sekejap mata.
  • Diversifikasikan risiko
Dengan menggunakan beberapa aset sekaligus, akan mengurangi tingkat risiko sebagai hasil dari distribusi portfolio antara beberapa instrumen. Anda bisa mengkompensasi kerugian dari keuntungan yang diperoleh dari instrumen lainnya. Pendekatan ini dapat mengurangi profitabilitas investasi, namun pada saat yang sama bisa melindungi Anda dari kehilangan semua dana jika pasar bermain melawan satu instrumen yang Anda investasikan. Selain itu, keefektifan diversifikasi risiko dapat dicapai dengan memilih aset berkolerasi lemah, dimana nilai aset tidak harus bergerak dalam satu arah pada waktu bersamaan.
  • Mengendalikan emosi
Bagian penting dalam manajemen risiko adalah ketenangan dan kemampuan mengendalikan emosi. Dalam situasi pasar yang tidak stabil, Anda harus berpegang pada strategi dan mengendalikan emosi. Selain itu, saat membuka posisi apapun, Anda harus menentukan terlebih dahulu kondisi untuk menutup posisi.
Aturan praktis dalam Trading saham adalah harus membuka akun dengan jumlah yang sesuai. Dengan setoran awal $100 atau $200 jangan berharap untuk menghasilkan sejumlah besar keuntungan. Dalam mengejar kesuksesan hampir semua pemula meninggalkan uang dalam pasar. Karena itu, sangat penting untuk membagikan deposit dan volume Trading Anda.

Tuesday, October 3, 2017


Trading sumber pendapatan utama

Bisakah Trading di Pasar Keuangan dan Saham menjadi sumber pendapatan utama? Jika Kamu menemukan pertanyaan ini, jangan khawatir Kamu tidak sendiri, setiap pedagang telah menemukan pertanyaan ini dalam perjalanan awal mereka. Keberhasilan di bidang ini bergantung pada berbagai faktor: kesabaran, kemampuan untuk membuat keputusan rasional yang cepat, nasib dan yang terpenting adalah pengetahuan dan pengalaman.

Kebebasan dalam trading, tidak ada pengawas dan jadwal kerja yang ketat, mungkin berdampak negatif pada pedagang pemula karena mereka cenderung melupakan ini adalah salah satu profesi berisiko dan bertanggung jawab tinggi.
Terus terang, untuk bisa menjadikan Trading sebagai sumber pendapatan utama, dibutuhkan sangat banyak waktu dan usaha. Inilah sebabnya mengapa banyak pemula gagal karena mereka tidak memiliki keberanian untuk terus belajar, dan memutuskan untuk menyerah.
Seperti menggenggam bara, terasa hangat dilepaskan
Sebelum berhenti dari pekerjaan utama Kamu, dan hanya fokus pada Trading, sangat penting untuk memeriksa apakah Kamu memiliki kriterianya.
- Pemahaman yang baik tentang analisis teknis dan fundamental.
- Kemampuan mengendalikan emosi
- Kemampuan untuk belajar setiap hari
- Dana yang cukup
Banyak Broker mencoba untuk menjerat pedagang pemula dengan iklan yang menawarkan kursus akselerasi dan tingkat keberhasilan 100%. Pada kenyataannya, tidak ada kemungkinan untuk kamu mempelajari semua faktor yang mempengaruhi pembentukan harga, belajar mengelola uang, melatih untuk disiplin serta kesabaran selama seminggu atau sebulan.
Trading di pasar keuangan bisa menjadi sumber pendapatan utama, namun butuh waktu bertahun-tahun sampai kamu bisa mengembangkan strategi sendiri yang telah teruji di akun Demo. Penggunaan strategi orang lain, biasanya berakhir dengan kerugian, karena ia tidak memperhintungkan psikologi dan kemampuan Kamu. Selain itu, pilihan broker yang tepat juga sangat penting untuk mencapai kesuksesan dalam Trading.
Perusahaan Broker harus memiliki badan pengatur, platform perdagangan yang stabil, kondisi trading, pelaksanaan order, dan dukungan klien yang berkualitas.
Konklusinya, Trading itu sulit, tapi pada saat bersamaan kerja yang menyenangkan, dimana kesuksesan hadir dengan pengalaman dan pengetahuan.
Akal tak sekali tiba, runding tak sekali datang